Monday, September 22, 2014



Mudah Mengantuk? Mungkin Ini Salah Satu Penyebabnya

Ternyata ada banyak penyebab yang melatarbelakangi mengapa seseorang menguap dan mengantuk bahkan di jam yang produktif. Let’s check it out!

1. Kurang Istirahat

Normalnya, tidur yang cukup orang dewasa adalah 6-8 jam. Secara fisilogis tubuh kita akan menjadi seperti alarm yang mengingatkan kita untuk beristirahat apabila waktu istirahat yang cukup tersebut tidak terpenuhi. Akibatnya, tubuh akan memberikan respon berupa rasa kantuk bahkan di jam-jam yang produktif. Apabila kita mengindahkan kode tersebut, dan pergi tidur meskipun sejenak, maka setelah bangun tubuh kita akan terasa segar kembali. Hal ini disebabkan pada saat tidur, tubuh akan memanfaatkan zat kelelahan (asam laktat) untuk diolah kembali di dalam hati sebagai cadangan tenaga. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah jadwal terbaik tubuh mengolah asam laktat ini. Dalam mekanisme alami yang terjadi dalam tubuh kita, asam laktat ini diolah dalam hati untuk menjadi cadangan tenaga di malam hari sekitar pukul 00.00 sampai dengan 02.00. Oleh sebab itu, pastikan tubuh dalam keadaan istirahat di jam tersebut. Selain membantu memproduksi tenaga, jam tersebut juga rentan dengan jadwal kerja hati dalam mengeluarkan racun tubuh yang akan berjalan baik jika dalam keadaan istirahat.

2. Kekurangan Oksigen

Jika tubuh memberikan respon kantuk, bias jadi hal ini mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan oksigen. Pasalnya, oksigen sangat diperlukan oleh sel-sel otak untuk melakukan aktifitas rutin sehari-hari. Apabila oksigen yang beredar di darah kurang mencukupi kebutuhan metabolisme dasar, maka otakpun akan kekurangan oksigen, dan cenderung memberikan respon seperti mengantuk. Kekurangan oksigen bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurangnya asupan zat besi seperti yang terdapat dalam sayur bayam, ati, daging merah, dll. Kekurangan zat besi menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah (eritrosit) yang akan menyebabkan seseorang menderita anemia. Eritrosit mengandung hemoglobin dimana fungsi hemoglobin adalah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, rendahnya eritrosit dalam tubuh menyebabkan hemoglobin juga rendah, dan oksigen yang disebar ke tubuh juga rendah.

3. Makan Berlebihan

Kalori seharusnya memang memberikan energi untuk beraktifitas. Akan tetapi kenapa setelah makan banyak kita malah menjadi mengantuk? Jawabannya ada pada makanan yang kita makan. Mengonsumsi karbohidrat, makanan berlemak, dan makanan yang mengandung gula tinggi secara berlebihan meyebabkan tubuh kita cepat mengantuk. Hal ini disebabkan makanan yang mengandung lemak, gula, dan karbohidrat merupakan makanan yang paling banyak memberikan perubahan hormon dalam tubuh. Sebab, ketiganya memicu respon saraf dengan cepat saat makanan mencapai usus halus. Respon tersebut akan diterima saraf parasimpatis yang kemudian akan memberikan informasi pada tubuh untuk memperlambat gerak tubuh dan lebih fokus dalam mencerna makanan.

4. Makan Banyak di Malam Hari

Sebaiknya makan malam tidak di atas jam delapan malam, atau setidaknya minimal satu jam sebelum tidur. Dan jangan makan banyak di malam hari. Jika Anda makan malam di atas jam delapan dan langsung tidur maka Anda mematikan fungsi insulin yang membuat kadar gula darah menjadi naik atau turun. Akibatnya, kita akan mudah terbangun di malam hari dan sulit tertidur lagi. Padahal, makan banyak tersebut membuat kita merasa mengantuk. Akan tetapi gangguan insulin yang menyertainya membuat kita sulit tertidur nyenyak. Dan hal ini berkaitan lagi dengan rasa kantuk setelahnya di jam produktif akibat sulit tidur nyenyak di malam harinya.

5. Mengonsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis

Memang makanan manis, tak hanya enak dilihat tetapi juga enak dirasa. Akan tetapi tahukan bahwa setelah mengonsumsi banyak makanan manis yang rasanya enak itu kita akan lebih rentan terhadap rasa kantuk? Hal ii berkaitan dengan hormone insulin. Hormone insulin yang akan ikut meningkat setelah mengonsumsi kelebihan glukosa tersebut akan mempengaruhi produksi hormone serotonin dan melatonin yang sangat berhubungan dengan pemicu rasa kantuk dan kebahagiaan.

6. Alarm Tubuh terhadap Gejala Stroke

Jika gejala tersebut dialami oleh orang berusia lanjut dan sering, berarti orang tersebut perlu waspada. Berdasarkan hasil penelitian ilmuwan Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Dr. Bernadette Boden-Albala, asisten professor bidang neurologi pada Universitas Columbia, New York, AS, rasa kantuk yang berlebihan setiap hari merupakan tanda awal serangan stroke. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang sering mengantuk berisiko mengalami serangan stroke dua hingga empat kali lebih tinggi. Bagaimana mengenali rasa kantuk yang biasa dan rasa kantuk yang tidak biasa ini? Biasanya rasa kantuk yang dimaksudkan sebagai alarm tubuh terhadap gejala stroke ialah orang berusia lanjut yang mudah tertidur dalam berbagai situasi. Misalnya saja, mereka yang mudah tertidur ketika sedang menonton televisi di ruang tamu, duduk, saat berbicara bersama, duduk terdiam, setelah makan siang tanpa mengonsumsi alcohol, atau parahnya yang tiba-tiba berhenti mengemudi saat berkendara. Menariknya, dalam penelitian tersebut dikatakan “selama dua tahun, pada orang yang beberapa kali suka mengantuk dalam sehari memiliki risiko terkena stroke 2,6 kali lebih besar. Sementara orang yang mengantuk secara sangat berlebihan, risiko terkena stroke meningkat menjadi 4,5 kali lebih besar”.

7. Mata Minus

Lensa mata yang mengalami myopia (mata minus), apabila tidak dikoreksi sesuai dengan kebutuhan mata, maka akan menyebabkan mata mudah lelah dan mudah mengantuk saat kita sedang membaca. Untuk yang tidak memakai kaca mata, hal ini bisa jadi indikasi bahwa mata sedang mengalami gangguan. Untuk yang sudah memakai kaca mata minus, hal ini juga bisa mengindikasikan bahwa mata sudah tidak tercover sempurna dengan kaca mata yang saat ini digunakan.

Anda tergolong yang mana?




berawan com aku ngantuk nek ra percoyo geledahono




0 komentar:

Post a Comment