Thursday, September 12, 2019


Mengenal Sosok BJ Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa Bapak BJ Habibie, lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare


BJ Habibie adalah seorang insinyur pesawat terbang dan politisi Indonesia yang juga adalah mantan Presiden Indonesia periode tahun jabatan 1998 hingga 1999. Beliau adalah seorang pemimpin dalam perkembangan teknologi serta ekonomi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.

Dikenal sebagai seorang brilian dalam sains dan matematika sejak kecil, BJ Habibie menerima pendidikan menengahnya di Institut Teknologi Bandung di Kota Bandung dan melanjutkan studinya di Institut Teknologi North Rhine-Westphalia di Aachen, Jerman Barat.

Setelah lulus pada tahun 1960, BJ Habibie tetap tinggal di Jerman Barat sebagai peneliti aeronautika dan pengawas produksi.

Suharto mengambil alih kekuasaan sebagai presiden kedua Indonesia pada tahun 1966, dan pada tahun 1974, ia meminta BJ Habibie — yang dikenalnya selama 25 tahun — untuk kembali ke negara Indonesia demi membantu membangun kemajuan industri.

Suharto meyakinkan BJ Habibie bahwa dia bisa melakukan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.

Awalnya, BJ Habibie ditugaskan ke perusahaan minyak negara, Pertamina, BJ Habibie menjadi penasihat pemerintah dan kepala perusahaan kedirgantaraan pada tahun 1976.

Dua tahun kemudian BJ Habibie menjadi menteri penelitian dan kepala Badan Evaluasi dan Aplikasi Teknologi.

Dalam menjalani perannya ini, BJ Habibie mengawasi sejumlah usaha yang melibatkan produksi dan pengangkutan alat berat, baja, elektronik dan peralatan telekomunikasi, serta senjata dan amunisi.

Habibie percaya bahwa perusahaannya akan meneruskan usaha teknologi tinggi di sektor swasta dan memungkinkan negara untuk menaiki tangga teknologi. Pada tahun 1993, BJ Habibie meluncurkan pesawat Indonesia pertama yang dikembangkan, dan ia rancang.

Pada tahun berikutnya, BJ Habibie meluncurkan rencana untuk memperbarui lebih dari tiga lusin kapal yang dibeli dari bekas Angkatan Laun Jerman Timur atas inisiatifnya sendiri.

Walaupun sempat mendapatkan penolakan atas anggaran yang cukup besar, namun pada akhirnya, BJ Habibie mampu mendapatkan dana sebesar US$400 juta untuk pembiayaan perbaikan kapal tersebut.

Sementara itu, pada tahun 1990, BJ Habibie ditunjuk sebagai ketua Himpunan Intelektual Muslim Indonesia.

Selama pemilihan dewan pusat pada tahun 1993 dari partai yang berkuasa di negara pada masa itu, yaitu Golkar, BJ Habibie membantu anak-anak dan sekutu Presiden Suharto naik ke posisi teratas, mengurangi kedudukan lama pialang kekuasaan yang didukung militer.

Pada akhir tahun 1990-an BJ Habibie dipandang sebagai salah satu dari beberapa calon pengganti Suharto yang sudah mulai lanjut usia.

Pada Bulan Maret tahun 1998, Suharto menunjuk BJ Habibie untuk menjadi wakil presiden, dan dua bulan kemudian, setelah huru-hara berskala besar di Jakarta, Suharto mengumumkan pengunduran dirinya.

Terdorong secara tak terduga ke posisi teratas negara, Habibie segera mulai melaksanakan reformasi dalam skala yang besar.

BJ Habibie menunjuk kabinet baru dengan memecat putri sulung Suharto sebagai menteri sosial sekaligus teman lamanya sebagai menteri perdagangan dan industri.

Sebuah komite untuk menyusun undang-undang politik yang kurang ketat, memungkinkan pers untuk diberi kebebasan, mengubah peraturan untuk pemilihan parlemen dan presiden pada tahun berikutnya dan menyetujui batas masa jabatan presiden (dua periode – lima tahun).

Beliau juga memberikan amnesti kepada lebih dari 100 tahanan politik.


Pada tahun 1999, BJ Habibie mengumumkan bahwa Timor Timur, bekas jajahan Portugis yang telah diserang oleh Indonesia pada tahun 1975, dapat memilih antara otonomi khusus dan kemerdekaan. Alhasil, wilayah itu memilih untuk mendapatkan kemerdekaan.

Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum secara bebas (yang pertama sejak 1955) pada bulan Juni, seperti yang dijanjikannya.

Di akhir tahun itu, BJ Habibie mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi ia menarik pencalonannya sesaat sebelum pemilihan Oktober, yang dimenangkan oleh Abdurrahman Wahid.

Setelah Abdurrahman Wahid menjabat, BJ Habibie pada dasarnya keluar dari dunia politik, meskipun pada tahun 2000, ia mendirikan Habibie Center, sebuah lembaga penelitian politik.


Berawan Com Mengenal Sosok BJ Habibie




Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar:

Post a Comment