Saturday, May 24, 2014




Wanita Adalah Anugerah

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala - galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam alaihi salam tetap merindukan siti hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah subhanahu wataala, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan dari Allah subhanahu wataala. Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allahsubhanahu wataala, zat yang kekal, disitulah kuncinya. Akal setipis rambutnya, tebalkanlah dengan ilmu. Hati serapuh kaca, kuatkanlah dengan iman. Perasaan selembu sutra, hiasilah dengan akhlak.
 Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara atau women gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki wajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan, mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri. Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah subhanahu wataala, pimpinlah diri sendiri dahulu kepada Allahsubhanahu wataala. Jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti siti Fatimah kalau pribadi belum seperti ali.


entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi ibu rumah tangga yang menlahirkan anak anak yang cerdas

berawan com entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi ibu rumah tangga yang menlahirkan anak anak yang cerdas

0 komentar:

Post a Comment