Friday, May 30, 2014




Demi menebus ijazah Sarjana (S1) di Pesantren Nurul Iman Al-Ashriyyah, Parung, Bogor, Shara Meilanda Ayu bersama sang ayah, Sugiyanto nekat menjual ginjalnya. Beruntung, tak sampai menjual ginjal, bantuan datang dari para relawan, ijazah pun berhasil diambil.

Namun beberapa hari ini, gadis yang akrab disapa Ayu itu menghilang. Diduga dibawa kabur teman facebook-nya bernama Aan asal Bangka Belitung. Sugiyanto pun melapor ke polisi.
Sugiyanto menuturkan kronologis hilangnya putri keduanya itu. Kamis 10 April lalu sekitar pukul 08.30 WIB, ia mengantarkan putri kesayangannya itu berangkat dari rumahnya di Kamal, Jakarta Barat menuju kampus di wilayah Depok, Jawa Barat.

"Saya nganterin sampai Kalideres, ia mau ke Grogol naik busway. Sampai Grogol, ia sempat SMS saya, sampai stasiun juga dia SMS," kata Sugiyanto di Polda Metro Jaya, Senin (12/5/2014).

Namun hingga kini tidak ada kabar dari buah hatinya itu. Putri kedua dari lima bersaudara itu biasanya memberi kabar kepada orangtuanya. "Biasanya dia SMS saya, nanya sudah salat atau sudah makan belum," ujar Sugiyanto.
Karena tak ada kabar, Sugiyanto pun melaporkan hilangnya Ayu ke Mapolres Depok dengan nomor laporan LP/B/193/IV/2014/PMJ Resta Depok. Ia meduga anaknya yang berumur 20 tahun itu dibawa kabur teman facebook-nya ke Bangka Belitung.

"Pas saya cek facebook-nya, dia menulis kalau dirinya berada di Pangkal Pinang saat temannya menanyakan sedang di mana. Saya nggak semangat. Saya sudah nggak tidur-tidur," ujar Sugiyanto.
Sugiyanto mengaku, alasan mendatangi Polda Metro Jaya guna mengetahui tindak lanjut pencarian putrinya. Pria berumur 45 tahun itu berharap putrinya segera ditemukan.

Di mata Sugiyanto, selain membantu merawat adik-adiknya, Ayu merupakan harapan keluarga untuk mengubah nasib keluarganya. (Sss)

sumber liputan enam dot com



Satu lagi nich

Satu lagi korban salah pergaulan di situs jejaring sosial, Facebook, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Seorang remaja perempuan berinisial DE hilang dari rumah, diduga kuat dibawa kabur teman Facebooknya.

Remaja berusia 17 tahun, warga Desa Sambongdukuh, Kecamatan Kota Jombang, itu hilang sejak delapan hari lalu.

Wi, ibu DE, Kamis (29/11/2012),mengaku sudah mencari anaknya ke berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar Jombang. Namun sampai saat ini DE belum ditemukan.

Menurut Wi, putrinya dikenal sangat tertutup dan tidak punya banyak teman di lingkungan maupun sekolahnya. Meski demikian, putrinya sangat gemar berinteraksi di Facebook dan memiliki banyak teman.

Beberapa waktu lalu, lanjut Wi, anaknya meminta izin ke luar kota setelah ditawari pekerjaan oleh seorang pria yang dikenalnya melalui Facebooknya. Namun Wi tidak mengizinkan karena pekerjaan yang ditawarkan tidak jelas. Selain itu, pria yang menawarkan pekerjaan itu tidak mau datang ke rumah. DE hanya ditunggu di Stasiun Jombang. Sejak itu, anaknya tidak pernah kembali ke rumah. Komunikasi pun terputus.

Keluarga sudah melapor ke polisi, namun petugas tidak menerimanya sebagai laporan dan hanya menganggap sebagai pemberitahuan saja.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A) Kombang, Sholahudin, mengkhawatirkan DE menjadi korban sindikat penjualan gadis belia. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan Kepolisian untuk membantu mencari korban.


Seperti diketahui, beberapa waktu lalu seorang gadis berusia 12 tahun, EW, hilang dari rumah. Siswi kelas 6 SD itu nyaris saja dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial oleh sindikat perdagangan manusia. EW dibawa oleh pria yang dikenalnya melalui Facebook. Setelah 13 hari hilang, EW akhirnya dipulangkan setelah bos sindikat tersebut menyadari hilangnya EW menjadi sorotan media massa.


Penggunaan internet bagi anak dibawah umur harus disertai pengawasan orang tua. Karena selain memberikan informasi postifi dapat juga berakibat berdampak negatif. Semua kembali kepada pengawasan orang tua itu sendiri.

kata mama malem minggu gak boleh kemana mana soalnya aku lacu lucunya takut diculik

berawan com kata mama malem minggu gak boleh kemana mana soalnya aku lacu lucunya takut diculik

0 komentar:

Post a Comment