Tuesday, September 23, 2014



JUDULE BLOG Á

Apakah ini yang anda hadapi saat ini:

  1. stres berat karena dililit hutang
  2. stres karena belum bisa mendapatkan penghasilan dari bisnis internet yang anda geluti
  3. stres karena di PHK
  4. masalah dalam rumah tangga
  5. masalah dalam pergaulan muda-mudi (diputuskan pacar salah satunya)
  6. penyakit kronis yang menghabiskan harta benda yang anda miliki namun tak kunjung sembuh
  7. tidak memperoleh pekerjaan yang diinginkan
  8. traffic blog yang tak kunjung meningkat, padahal bro ingin menjadi seleb blogger
  9. dll yang membuat anda bimbang


Jika yang saya sebutkan diatas sedang bro rasakan saat ini, maka anda sangat beruntung karena sekarang anda sudah berada pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Saya punya jalan keluar untuk anda semua, dijamin 100% berhasil. Sebelum saya lanjut, silahkan bro matikan televisi, matikan handphone, pergi ketempat yang sepi agar tidak diganggu orang lain atau yang paling mudah masuk kekamar dan kunci pintu sekarang.

Tanpa basa-basi lagi, saya akan berikan solusi bagaimana menghadapi beban hidup yang begitu berat. Hal ini sudah dipraktekan oleh banyak orang dan terbukti ampuh, ada yang berhasil dan tentunya ada juga yang gagal. Namun kebanyakan metode tersebut 90%  berhasil. Apa solusinya?  BUNUH DIRI

Yup anda tidak salah baca dan saya tidak salah tulis. Bunuh diri bisa menjadi salah satu solusi bagaimana menghadapi beban hidup yang begitu berat. Tentunya setiap apa yang kita lakukan pasti ada resikonya. Orang yang bekerja pasti akan mendapatkan imbalan, orang yang rajin belajar pasti akan pandai, dan blogger yang tahan banting pasti tidak akan mudah pensiun dari dunia blogosphere.

Namun sebelum anda bunuh diri, ada baiknya anda membaca tiga poin berikut ini:


  1. bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah anda seketika karena diakherat Tuhan pasti akan memperhitungkan perbuatan heroik yang anda lakukan
  2. masih ada hubungannya dengan poin pertama, walaupun saya belum pernah ke sana (akherat) namun saya yakin ketika mati pasti anda akan lansung dijemput oleh sang manager (baca setan) dan diantar langsung kehotel bintang lima yang bernama neraka
  3. ingat bagaimana nasib sanak saudara, suami/istri, anak, pacar, teman yang anda tinggalkan karena akan menanggung aib akibat perbuatan heroik yang anda lakukan


Belajarlah Untuk  Memaafkan Diri Sendiri


Namun entah kenapa, selalu saja orang beralasan untuk tidak memaafkan. Mereka selalu teriak, susah untuk memaafkan. Mereka mengatakan, memaafkan itu bisa, tetapi melupakan orang yang sudah menyakit itu tidak mungkin. Intinya mereka tetap menyimpan beban dalam diri mereka, dan tidak mau melepaskannya.

Mereka lebih memilih “kepuasan” untuk membalas, daripada kedamaian dan beban hidup yang lebih ringan. Padahal, memaafkan adalah perbuatan mulia, Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memaafkan, namun banyak orang yang lebih menyukai dendam dalam diri.

“Kepuasan” itu datang dari hawa nafsu, tidak akan pernah membawa kepada kebaikan. Namun, jika kita mau memaafkan, beban kita berkurang dan kita akan lebih nyaman dalam bergerak. Tanpa rasa sakit, kita bisa lebih cepat, dan berenergi dalam meraih cita-cita.

Perasaan Dendam Menguras Energi


Dendam adalah emosi negatif. Setiap emosi negatif akan menguras energi kita. Energi kita akan habis tanpa gerak karena dihabiskan untuk memanaskan hati, dihabiskan untuk menahan perasaan marah.

Bukankah dendam bisa menjadi motivasi? Ya, sebagian orang ada yang menjadikan dendam sebagai motivasi. Namun, masih ada motivasi lain yang bisa kita gunakan jika kita ingin maju. Banyak orang yang sukses tanpa dendam. Mereka tetap memiliki motivasi yang tinggi meski mereka tidak dendam.

Daripada kita menghabiskan energi untuk dendam atau memendam perasaan dendam, lebih baik manfaatkan energi kita untuk bertindak. Manfaatkan energi kita untuk belajar.

Masih ada motivasi yang lain, tidak harus dari dendam. Anda bisa memiliki motivasi untuk kontribusi. Anda masih bisa memiliki motivasi demi kebahagiaan orang yang Anda cintai. Anda bisa meraih sukses luar biasa meski tanpa dendam.

Sebaliknya, sering kali dendam hanya membawa kepada kehancuran. Sebaliknya memaafkan membawa kepada kebaikan.

Jika Tidak Bisa Melupakan, Ubahlah Fokus Anda


“Saya begitu sakit hati, saya menderita begitu lama, orang-orang yang saya kasihi ikut merasakan penderitaan saya. Bagaimana saya bisa melupakan?”

Mungkin, Anda tidak akan pernah bisa melupakan. Namun Anda bisa mengubah fokus. Jika kita tidak mengubah fokus, pastinya hati kita akan terus mengarah ke peristiwa sangat emosional. Hal yang emosional memang akan selalu menarik perhatian dari hati kita. Nah, sekarang ubahlah fokus perhatian kita.

Lihatlah orang tua tercinta, bukankah kita ingin berbakti dan membahagiakan mereka? Bukan membahagiakan diri dengan kepuasan balas dendam. Apalagi jika belas dendam itu malah berbuntuk tidak baik dan membuat mereka sedih. Begitu juga dengan orang-orang lain yang kita sayangi.

Maka ubahlah fokus untuk membahagiakan orang-orang yang mencintai kita dan kita mencintainya. Ini jauh lebih baik dibandingkan dengan memperturutkan hawa nafsu ingin balas dendam.

Balas dendam itu tidak manis, yang jauh lebih manis adalah melihat senyum di wajah orang-orang terkasih dari keberhasilan kita.

Lepaskan Beban Dan Berlarilah Menuju Impian Anda


Kita akan sulit berlari saat beban ada dipunggung kita. Kalau pun bisa, tentu harus dengan tenaga extra. Akan lebih ringan saat kita melepaskan beban, sebab beban yang lain pun sudah banyak.

Bicara memang mudah, namun perkataan adalah awal dari tindakan. Anda tidak akan mendapatkan manfaat dengan mengatakan “berbicara memang mudah”. Akan lebih bermanfaat, jika Anda mulai merancang langkah Anda untuk hidup lebih baik.

Memang tidak mudah kawan. Memang sulit dan berat. Selanjutnya adalah pilihan Anda, tunjukan Anda memang hebat, mampu mengatasinya. Atau Anda menjadi orang yang kalah, menyerah, dan memilih jalan balas dendam. Padahal dendam juga tidak mudah. Sama-sama memerlukan perjuangan extra.

Apakah Anda memilih berjihad untuk mengalahkan hawa nafsu atau bekerja keras penuh ambisi untuk belas dendam? Keduanya sama-sama berat, namun yang pertama membawa manfaat dunia akhirat dan in syaa Allah akan berakhir baik. Membuat orang-orang yang kita cintai bahagia.

Kuncinya adalah Kemauan


Saya selalu mengatakan, kuncinya ada pada diri Anda. Anda mau memilih yang mana? Keduanya berat, tinggal Anda mau berjihad atau tidak. Saya yakin bisa. Allah akan membantu hamba-Nya. Berdo’alah dan bertawakallah kepada Allah. Anda akan mendapatkan pertolongan dan yang terbaik dari Allah jika kita melakukan kebenaran. Sementara jika kita sibuk melakukan yang salah dan dosa, kita tidak akan mendapatkan pertolongan Allah.

Jadi maafkanlah, lepaskan beban, untuk meraih hidup yang lebih baik. Yakinlah, harapan itu masih ada




berawan com jika ini memang beban yang harus aku pikul maka kuatkanlah akuÁ




0 komentar:

Post a Comment