Tuesday, September 23, 2014



Berani Bermimpi

Sudah barang tentu sebagian besar dari kita memiliki yang namanya cita-cita, atau bisa disebut juga impian: cita-cita untuk menjadi ini dan itu; memiliki ini dan itu; atau bla…bla…bla… Tapi tahukah Anda, bahwa jarang sekali orang menuliskan mimpi-mimpinya? Ya, menuliskannya. Entah di buku, atau bahkan hanya di secarik kertas. Anda yang sedang membaca posting ini pun mungkin sama sekali belum menuliskan apa-apa tentang impian-impian Anda. Maka, dengan ‘SANGAT’ saya sarankan untuk Anda agar mulai menulis impian-impian Anda walau pada saat ini terkesan MUSTAHIL. Sebab, tak ada kata MUSTAHIL jika dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa.

Mengapa harus ditulis?


Ini bukan hal baru, sudah banyak orang yang membuktikan kekuatan ‘tulisan impian’. Termasuk saya dan sebagian orang di sekeliling saya. Orang-orang yang menulis cita-cita atau impian-impiannya akan lebih terdorong oleh tulisannya sendiri karena tulisan itu selalu menetap, tidaklah hilang. Tidak seperti ketika kita hanya membayangkan dan memimpikan sesuatu untuk kita capai di esok hari. Sebab, jika kita hanya memikirkannya maka secara otomatis dengan berjalannya siklus waktu, impian-impian yang ada dalam pikiran kita akan tergerus lamat-lamat, sedikit demi sedikit sampai akhirnya kita lupa. Belum lagi jika kita mengalami kondisi gangguan psikis, sedikit atau banyak pasti akan mempengaruhi. Oleh karenanya, menulis mimpi adalah cara aman agar mimpi kita tetap terpatri.

Usahakan letakkan tulisan itu pada tempat yang mudah dijangkau oleh pandangan kita sesering mungkin. Semisal, di dinding kamar merupakan salah satu tempat strategis untuk menulis impian. Karena semakin sering kita melihatnya, semakin sering pula kita terdorong untuk mewujudkannya.

Anda lalu bertanya: Saya tahu dari mana?


Begini ceritanya: suatu hari di belahan dunia bagian Timur, di sebuah daerah yang secara terus-menerus disinggahi para pendatang hingga sekarang. Tempat di mana banyak pelajar ingin menempa kemampuan bahasa Inggrisnya. Di salah satu sudut kota di Jawa Timur. Yapz, Pare namanya.

Di sana saya sempat singgah selama 5 bulan lamanya. Menimba ilmu bahasa inggris guna sebagai bekal di kemudian hari. Pada suatu ketika di salah satu tempat kursus yang tidak saya sebut namanya (biar gak disangka promosi :D), saya mengambil kelas speaking tingkat II. Pembimbingnya bernama Mr. Yusuf. Materi-materi speaking pun kami dapatkan sebagaimana di kursusan lain. Akan tetapi, pada suatu hari Mr. Yusuf tidak menyampaikan materi speaking dan latihan sebagaimana biasanya. Beliau malah membawa laptop dan proyektor. Saya dan teman-teman pun shock (biar lebih dramatis haha…). Akhirnya beliau bilang: “Hari ini materinya adalah: cara menggapai mimpi!”

Dengan wajah setengah gembira dan penasaran, kami pun menyimak. Mr. Yusuf memberi prolog tentang apa itu impian, bagaimana cara meraihnya, motivasi cita-cita dan lain sebagainya. Yang intinya: jangan pernah takut untuk bermimpi walaupun nampak mustahil saat ini. Lalu mulailah kami pada sesi audio visual. Di mana Mr. Yusuf memutar 1 video dari YouTube, judulnya:  Pembuat Jejak – Danang A Prabowo (IPB). Anda bisa lihat videonya di sini.

Di video tersebut diceritakan oleh seorang mahasiswa IPB yang menulis lebih dari seratus mimpinya. Ia tempel di salah satu dinding kamarnya, dan teman-temannya menertawakannya. Menurutnya, justru itulah yang akan jadi pembeda. Karena suatu saat tulisan mimpi-mimpi itu akan hanya menjadi sebuah coretan karena Anda telah MEWUJUDKANNYA. Danang telah membuktikannya (dengan kehendak Allah) bisa meraih satu persatu dari ratusan mimpi-mimpinya yang ia tulis pada lembaran kertas.

Mulailah Menulis Mimpi



Hal ini sejalan yang ditulis oleh Ippho Santosa dalam bukunya yang pernah saya beli, seorang motivator kaliber nasional yang juga mewajibkan (bukan hanya menganjurkan) kepada kita agar kita menulis mimpi-mimpi kita sebanyak mungkin. Bahkan bila perlu menulis waktu kapan mimpi itu ingin terwujud (contoh: punya mobil dan rumah sendiri, September 2015).

bahwa ada unsur ‘magis’ yang bisa membuatnya menjadi kenyataan.

Tidak percaya? Ya, saya juga tidak percaya pada awalnya. Sampai suatu ketika pada saat saya … to be continued



“Tuliskanlah mimpi-mimpi Anda secara nyata. Jangan Anda tulis dalam ingatan saja, karena pasti Anda akan LUPA. Dan seberapapun indahnya rencana kita, jauh lebih indah rencana Allah untuk kita.”

.




berawan com the dream is not what you see in sleep dream is the thing which does not let you sleep




0 komentar:

Post a Comment