Tuesday, September 30, 2014



Sejarah Honda

Awal mula berdirinya perusahaan Honda dimulai lahirnya seorang anak yang bernama Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.

Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika, Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga akibat lingkungan yang kumuh.

Walaupun Gihei Honda miskin, namun ia suka pembaharuan. Ketika muncul pipa sigaret modal Barat, ia tidak ragu-ragu mengganti pipa cigaret tradisionalnya yang bengkok, tidak peduli para tetangganya menganggapnya aneh. Rupanya sifat itu dan juga keterampilannya menangani mesin menurun pada anak sulungnya.

Sebelum masuk sekolah pun Soichiro sudah senang, membantu ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar dengum mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya.

Di sekolah prestasinya rendah. Honda mengaku ulangan-ulangannya buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak,” katanya.

Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda seperti baterai, timbangan, tabung reaksi dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.

Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah. Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya persis seperti anjing. Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan.

Mungkin pada saat itulah di dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong adik.”

Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.

Di majalah itu sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, namun Soichiro diantar juga ke kota besar itu.

Honda hampir tidak percaya pada telinganya Honda merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apapun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.

Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, Cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Tetapi Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.

Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.

Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi “darah baru” dan gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan
adik Honda di Pihak lain. Tetapi sebagai layaknya perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.

Sejak tahun 1973 Honda pindah ke pasaran kendaraan beroda empat untuk bisa tetap mengembangkan jumlah penghasilan perusahaan. Stafnya yang pada masa Honda bertambah 10% setiap tahun. Kalau mereka bertambah tua, artinya beban perusahaan akan bertambah berat. Padahal Honda menghadapi persaingan berat di pasaran dalam negeri dan luar negeri. Untuk bisa tetap menciptakan pasaran baru mereka harus selalu mencari teknik yang unik dan efisien serta menjual produk dengan harga bersaing.

Namun ketika Honda dan Fujisawa mengundurkan diri pada musim gugur tahun 1973, Honda berkata, “Saya bisa mundur tanpa perasaan khawatir, karena saya yakin perusahaan akan terus maju dengan penuh semangat, menanggulangi pelbagai kesulitan dan luwes, tanpa kehilangan kesegarannya.”

“Terus terang saya merasa muda dalam hal mental maupun fisik,” kata Honda. “Saya kira kalian tidak bisa menang dari saya. Namun saya mesti mengakui sekarang saya sering merasa iri hati pada orang muda. Saya diberi tahu bahwa di Amerika pemimpin umum perusahaan berumur 40-an dan perusahaan yang dipimpin orang berusia 60-an tahun sering mengalami stagnasi.

Kita sekarang memang memasuki zaman baru yang memerlukan nilai-nilai baru. Walaupun saya dan wakil pemimpin umum merasa kami masih muda, kami kira umur kami sudah lewat untuk memimpin.”

Kalau saya menengok kembali ke belakang, saya lihat bahwa yang saya buat tidak lain daripada kesalahan, serentetan kegagalan dan serentetan sesalan,” kata Honda. “Tetapi saya juga bangga untuk keberhasilan saya. Walaupun saya sering membuat kesalahan dan kegagalan, namun semua itu tidak pernah disebabkan oleh hal sama. Saya tidak pernah mengulangi kesalahan dan saya selalu berusaha sekuat mungkin untuk memperbaiki diri. Dalam hal itu saya berhasil.

“Ia tetap memegang saham terbesar di perusahaannya. Ketika mengundurkan diri tahun 1973 penghasilannya mendekati 1,7 miliar dolar. Walaupun sudah pensiun omongannya masih didengar. Katanya, masa depan industri Jepang bukan ditentukan oleh untuk cepat, tetapi oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan sesama manusia. Kalau kita membuat barang yang menyebabkan banyak polusi kemungkinan kita akan untung, tetapi hanya sebentar, sesudah itu bangkrut.


Kami di perusahaan Honda sering bergurau: Enak juga ada perusahaan-perusahaan besar yang kerjanya hanya memikirkan untung besar saja. Akibatnya perusahaan kecil seperti Honda mendapat kesempatan untuk membuat barang yang baik.



All New Jazz 2014 berkode chassis GK5 sudah resmi meluncur pada tanggal 26 Juni 2014 lalu bertempat di hotel Pullman Central Park Jakarta Barat. Yang jelas Honda Prospect Motor selaku APM Honda memberikan flash back, history Honda Jazz sejak kemunculannya di Indonesia. Begitu banyak prestasi yang di raih oleh Honda Jazz, bukan saja di dunia, namun juga di Indonesia Honda Jazz telah menorehkan sejarahnya sendiri…

Seperti apa sejarah Honda Jazz di Indonesia? Dan apa saja prestasi serta aktivitas sehubungan dengan komunitas pemakai Honda Jazz? Simak penuturan yang KBY dapatkan dari situs Honda Indonesia.

Honda Luncurkan All New Honda Jazz Generasi Ketiga dengan Desain Cool, Sporty, Luas dengan Teknologi Canggih

Jakarta, 26 Juni 2014 – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi meluncurkan All New Honda Jazz generasi ketiga di Indonesia di Jakarta, 26 Juni 2014. Perubahan desain secara keseluruhan didukung dengan desain cool dan sporty, kabin luas serta berbagai teknologi dan fitur canggih dan semakin mengukuhkan All New Honda Jazz sebagai Hatchback terdepan di kelasnya.

Pada tahun 2001, Untuk pertama kalinya Honda Motor memperkenalkan Honda Jazz sebagai sebuah model yang benar-benar baru, yang diarahkan untuk mengisi kekosongan di kelas sub-compact hatchback. Seperti di negara-negara lain di seluruh dunia, kehadiran Honda Jazz di Indonesia pada tahun 2004 telah memicu tren baru untuk sebuah mobil hatchback di pasar otomotif secara nasional. Diperkenalkan sebagai sebuah mobil compact yang bertenaga dan hemat bahan bakar, Honda Jazz langsung diterima dengan sangat baik oleh konsumen di Indonesia dan dari tahun ke tahun berhasil menjadi pemimpin pasar di kelasnya. Honda Jazz juga menjadi tolak ukur model hatchback di Indonesia dalam hal ukuran, tampilan, teknologi, dan keselamatan.


Hingga saat ini, Honda Jazz telah dipasarkan di 160 negara di seluruh dunia, dan telah mencatat penjualan sebesar lebih dari 5,16 juta unit. Di Indonesia, Honda Jazz merupakan hatchback dengan catatan penjualan terlama dan tertinggi sampai saat ini, serta mendominasi pasar hatchback Indonesia selama 10 tahun. Sejak tahun 2004 sampai dengan bulan Mei 2014 lalu, Honda Jazz telah terjual sebanyak 228.554 unit di seluruh Indonesia.

Tak hanya dari penjualan, pengakuan terhadap nama besar Honda Jazz juga terlihat dari berbagai penghargaan yang telah diterimanya. Secara internasional, Honda Jazz telah meraih lebih dari 290 penghargaan otomotif bergengsi di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, Honda Jazz telah meraih 74 penghargaan dalam periode satu dekade terakhir.


Selain sukses dari sisi penjualan, Honda Jazz juga telah melakukan banyak aktivitas yang melibatkan konsumen dalam ajang-ajang yang menunjukkan karakternya sebagai sebuah mobil sporty dan bergaya muda.


Honda Jazz menjadi pelopor ajang balap One Make Race di Indonesia lewat  Honda Jazz Speed Challenge sejak 2006 hingga sekarang. Melalui ajang balap Honda Jazz Speed Challenge, Honda Jazz menjadi satu-satunya model yang konsisten mengisi kegiatan balap Nasional sejak 2006 hingga sekarang. Honda Jazz Speed Challenge sudah menjadi salah satu agenda balap Nasional setiap tahunnya yang melahirkan para pembalap muda berbakat. Selain itu Honda Jazz juga mengikuti Indonesian Touring Car Championship sejak 2007 hingga sekarang dan menunjukkan dominasinya dengan menjadi juara umum selama tujuh musim berturut-turut di Indonesian Touring Car Championship. Bukan hanya dari dominasi di podium, namun pembalap yang menggunakan Honda Jazz di Indonesian Touring Car Championship semakin bertambah jumlahnya, bahkan hampir seluruh pembalap menggunakan Honda Jazz. Honda Jazz juga banyak digunakan para pembalap independen di ajang Slalom sejak tahun 2009 dan juga sudah menghasilkan banyak prestasi dari ajang tersebut.

Menjadi raja di ajang balap, Honda Jazz pun juga merajai ajang modifikasi di tanah air, melalui acara tahunan Jazz Tuning Contest. Acara yang telah digelar sejak tahun 2005 ini merupakan ajang modifikasi bergengsi yang dikhususkan bagi para pemilik Honda Jazz dari seluruh Indonesia. Hal ini membuktikan Honda Jazz mudah dimodifikasi tanpa mengurangi kenyamanannya. Jazz Tuning Contest telah menghasilkan 9 King of Jazz dari berbagai kota dan juga menjadi pelopor kontes modifikasi sejenis di Indonesia. Para kontestan akan melalui proses penyaringan secara ketat oleh tim juri dan akan dipilih untuk mengikuti Honda Jazz Tuning Contest di Jakarta. Dari awal diadakannya ajang ini hingga penyelenggarannya yang ke-9, telah diikuti oleh 994 peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, masih banyak acara yang digelar Honda Jazz, yang semakin memantapkan karakternya sebagai sebuah mobil generasi muda yang dinamis, modern dan canggih.

Dari awal kemunculannya Honda Jazz selalu menampilkan terobosan teknologi-teknologi terdepan di setiap generasi pada masanya. Dimulai dari generasi pertama (2004) menggunakan mesin i-DSI yang merupakan mesin yang hemat bahan bakar. Selang satu tahun berjalan, pada 2005 dilakukan penambahan varian mesin dengan menggunakan mesin VTEC yang dapat menghasilkan tenaga lebih besar. Pada generasi kedua, Honda Jazz menggunakan mesin baru i-VTEC yaitu mesin yang menyeimbangkan tenaga lebih besar yang dihasilkan namun tetap hemat bahan bakar.


“Pengembangan generasi ketiga Honda Jazz didasarkan pada reputasi baik dan seluruh ciri khas dari generasi sebelumnya, dan juga mendorong batasan baru untuk menciptakan model yang lebih baik dari sebelumnya. Hasilnya adalah paket lengkap dari desain baru yang atraktif, fitur canggih, dan tenaga besar dengan kesenangan berkendara namun tetap nyaman dikendarai,” papar Tomoki Uchida, President Director PT Honda Prospect Motor.

Sementara itu, Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor menjelaskan, “All New Honda Jazz dipersembahkan bagi mereka yang berjiwa muda, ingin tampil berbeda, menjadi trendsetter, memiliki karakter dan pribadi mengagumkan yang ‘cool’. Karena itu kami merasa ‘It’s Cool. It’s You’ cocok untuk merepresentasikan konsumen All New Honda Jazz.”







berawan com cinta itu tidak buta dia bisa melihat dan membedakan antara honda jazz dan honda beat





0 komentar:

Post a Comment