Wednesday, November 12, 2014

AURA

Panggil saja namaku Aris. Aku sudah menikah dengan perempuan yang aku cintai bernama Aura. Rumah tangga kami begitu indah dan penuh kebahagiaan, namun semua berubah setelah tahu pekerjaan istriku di luar kota. Istriku ternyata penari
telanjang atau striptis di sebuah diskotek.

SETELAH aku mengetahui jika Aura seorang penari striptis, aku marah besar kepadanya. Namun aku berusaha memaafkan Aura demi langgengnya rumah tangga dan demi anak-anak kami. Saat itu juga aku baru mengetahui kalau Aura sedang hamil anak kedua kami.

Dia berbohong atas pekerjaannya karena disuruh ibunya. Ibu mertuaku memang selalu kepepet soal uang, bukan hanya aku tapi teman-teman istriku juga bingung melihat Aura setiap hari mengirim uang ke ibunya, seakan akan tak pernah cukup.
Tanpa disangka peristiwa serupa kembali terjadi. Semua lagi-lagi karena ibu mertuaku menuntut uang kepada Aura. Daripada pusing, Aura memohon kepadaku untuk kembali berangkat dan menjadi penari. Ia berjanji tak akan menjadi striper atau penari striptis, namun hanya sebagai sexy dancer (penari seksi). Aku yang mengetahui hal itu mengizinkan Aura keluar kota, jauh dariku, berbulan-bulan.

Kami sepakat bertemu dan melepas rindu satu bulan sekali. Namun pada bulan ketiga, sikap Aura berubah. Bahtera rumah tangga kami nyaris hancur karena Aura mendadak tak bisa dihubungi. Bahkan ada bocoran dari temannya kalau Aura memiliki seorang kekasih di tempat kerjanya. Namun, Aura mendadak pulang ke rumah, aku menjemputnya. Saat itu tidak terjadi hal-hal yang mencurigakan. Saat aku mengecek handphone Aura tak ada pesan atau telepon yang mencurigakan. Namun aku tetap mencurigai istriku.

Aku tak kehilangan akal dengan menyetel handphonenya agar menge­tahui kegiatan handphone istriku. Keesokan harinya, kecurigaanku terbukti. Saat mengecek hand­phonenya, ketahuan semuanya. Ternyata benar jika Aura memiliki pria lain selain diriku. Bahkan hubu­ngannya sudah jauh sampai berhu­bungan layaknya suami istri. Saat itu juga kami bertengkar hebat.

Aura akhirnya mengakui hubu­ngannya dengan pria bernama Ari. Dengan jujur ia mengaku lebih memilih Ari sebagai suaminya. Aura tidak meminta cerai atau diceraikan. Malam itu sekitar pukul 7 malam, istriku memaksa keluar rumah. Ia ingin kembali pada Ari. Aku berusaha melarang karena ingin mem­pertahankan rumah tanggaku. Namun, Aura seperti kerasukan, memberontak ingin tetap pergi. Dia benar-benar tak peduli dengan anak-anak yang masih balita. Aku lalu menggendong kedua anakku dengan harapan Aura menggugurkan niatnya untuk pergi, tapi dia malah memalingkan muka.

Melihat kepergian Aura demi selingkuhan dan pekerjaannya, aku merasa dia sudah menjadi istri durhaka dan tidak bertanggung jawab sebagai seorang ibu. Anak-anak yang tak punya dosa ini harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. Pembaca, cerita saya ini diharapkan bisa menjadi pelajaran.
Sebagai laki-laki saya menyarankan agar pembaca memilih calon istri dan ibu dengan selektif. Apabila wanita tersebut dari dunia malam tentu tak ada jaminan untuk setia dan bisa membina rumah tangga yang utuh.

Kenali pasangan dan teman-temannya agar tidak terjeru­mus ke dunia malam. Sebab, sejak awal mengenal Aura aku sama sekali tidak mengerti profesinya sebagai sexy dancer. Teman-teman Aura menjerumuskan dan memanipulasi informasi tentang Aura. Sampai sekarang aku belum menceraikan Aura. Yang aku dengar Aura sering berganti pacar, bahkan dengan orang asing dia pun menjalin cinta.

Seperti yang diceritakan Aris (bukan nama sebenarnya).


Berawan com aku tetap tersenyum dibalik kesedihanku walaupun sakit aku akan coba untuk tetap tersenyum


0 komentar:

Post a Comment