Wednesday, November 5, 2014


Cuk, kamu itu…..cantik-cantik kok ngawur

Pulang kerja, mata saya tertambat pada sebuah gambar yang menempel di tembok pagar tetangga. Tadi pagi, ketika saya berangkat kerja, gambar itu beum ada. Rupanya, mesin Caleg bekerja cepat. Sebelum masa kampanye berakhir, mereka segera memenuhi segaa sudut ruang terbuka dengan gambar-gambar wajah yang sepertinya diusahakan untuk tampak manis secara maksimal.

Begitulah, atas nama demokrasi, rupanya banyak orang menjadi hilang kendali. Wajah diobral, dari pohon sampai tempat sampah, semua menjadi tempat yang disasar.Tak ketinggalan, diobral pula puja-puji terhadap diri mereka sendiri.

“Putra seorang pejuang, bersih dari penyakit korupsi, pemilik jiwa sosial tinggi”, begitu sebagian mereka memui diri sendiri.

Begitulah, dulu pernah terbersit dalam benak saya untuk ikut men-caleg-kan diri. Ya, daripada mencoba peruntungan mendirikan aliran sesat, sepertinya mencaleg lebih “halal” untuk mendapatkan materi. Akan tetapi, ternyata ada satu tantangan yang membuat saya ngeri dan akhirnya mundur teratur bahkan sebelum niat itu coba saya wujudkan. Saya tak sanggup bila harus memuji-muji diri sendiri seperti itu, plus mengobral janji yang barangkali saya sendiri tak mengerti. Sepertinya, mengumbar kata-kata pujian demi mendapatkan simpati benar-benar tak bisa saya lakukan.

“Berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan”, kata slogan pada gambar yang tertempel di tembok depan saya.

“Lha, kamu itu siapa?”

Gambar itu terdiam. Tak sepatah katapun terucap. Saya garuk-garuk kepala.Ini caleg kok bisu, pikir saya. Gimana bisa mewakili rakyat kalau ditanya saja tidak menjawab?

Tiba-tiba, kesadaran agung menyengat pangkal otak saya. Bagaimana mau ngomong, namanya juga gambar. Oh, iya, ada tulisan yang bisa saya baca. Tapi ya isinya cuma namanya, partainya, dan nomor urutnya.Ah, siapa pula dia sebenarnya?

“Hemm……..kamu itu bagaimana, sih, lha saya kenal saja tidak kok kamu suruh nyoblos. Ntar, kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bagaimana?agian, kaau aku nyobos kamu begitu saja, trus ada yang marah, bagaimana?”, gumam saya sambil ngeloyor,”Bagaimana to, Cuk, kamu itu…..cantik-cantik kok ngawur!”


sumber:  cintabelajarcintanya wordpress

berawan com sekarang gini mau lo gimana





0 komentar:

Post a Comment